Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

SALAM PERPISAHAN

Gambar
  Kini, hatiku tergores kesedihan Ketika terucap salam perpisahan Walau air mataku tak berlinang Bukan berarti suatu kerelaan Saat-saat langkah terayun Jarak kita-pun semakin membentang Akankah semuanya jadi terkenang Atau hanyut terbawa gelombang Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan Sobat, dalam hatiku ini Akan tetap membekas suatu kenangan Kau sungguh baik, supel dan komunikatif Siapapun mengenalmu pasti akan merindu Namun untukku, janganlah kau biarkan Aku terkulai lemas dalam kehampaan Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan 

ENTAH SIAPA YANG TAHU??

Gambar
ENTAH SIAPA YANG TAHU?? Dalam rintihan lelakaq sasak sering aku bercerita Tentang langit jingga, tentang gunung yang berdiri megah Ditanah yang tak bernama.. Baru sekali aku menemukanya… Dulu sebelum aku tidur nenekku sering bercerita   entah tentang cerita raja-raja sampai silsilah keluarga sebagi penghantar tidur malamku Tapi .. tak pernah tentang tanah ini, Di tanahku daun berguguran hanya seperempat musim saja Selebihnya daun-daun hijau sesekali jatuh namun menjadi humus Ber re_inkarnasi menjadi daun-daun baru atau sebagai ayah untuk daun-daun yang lama. Dua batang bunga melati maasih menyulam hidup di dahan pepohonan tua Entah sampai kapan,, ? Seolah tak punya harapan.. Sering aku berdiskusi dengan angin malam Menikmati hembusan angin yang Nampak mulai tak damai,, Tak juga dingin Tak sedamai gendongan inaq dikala bayi, tak sedingin pelukan mamiq dikala terik..? Kadang aku tersenyum sendiri,, mengapa aku hidup disini,, Coba mengelana bagai raja pejanggik dalam dongeng Apa un...

PERUBAHAN

Gambar
PERUBAHAN Oleh Endah Ayunda Dan cinta pun memanggil yang lemah untuk manjadikannya kuat Menopang kelumpuhan untuk tetap tegak bertahan Memandang yang melihat tapi masih berpura pura buta Menghentakan kaki disaat tak mampu lagi berdiri Melukiskan yang tak indah menjadi lebih indah Menahan rasa yang sungguh bergejolak didada Mengagungkan yang tdakpernah berkuasa karena bukan semata mata harta, tahta. Dimana telinga yang seharusnya mendengarkan? mulut yang seharusnya mengatakan, tangan yang harusnya diulurkan kaki yang berguna untuk jalan dan hati yang tentunya untuk merasakan Terkadang kita lupa bagaimana caranya untuk bertahan berkorban, menyatukan dan melupakan melupakan yang kurang berkenan menyatukan yang tida pernah lagi bersatuber korban untuk dia yang pernah merelakan Hahh..terkadang, dikatakan adil tapi tidak adil dikatakan tidak adil tapi adil yang harusnya ada menjadi tidak ada yang harusnya tidak ada menjadi ada

SAHABAT

Gambar
Wahai Sahabatku Aku Disini Untuk Temanimu....... Janganlah Kau Bersedih Hati Lagi Wahai Sahabatku Ceitakanlah Semua Masalahmu Kepadaku Agar Hatimu Sedikit Lebih Tenang Wahai Sahabatku.............. Aku Kan Selalu Dengarkan Curhatan Hatimu Wahai Engkau Para Sahabat-Sahabatku Aku Kan Selalu Menemanimu Walau Keadaan Sesulit Apapun Dan Sebahagia apapun itu Aku Berjanji Bahwaku Akan Slalu Menemani Kalian Wahai Para Sahabatku Yang Sangat Ku Sayangi Dan Cintai

Mantan

Gambar
dulu kau adalah orang yg menyayangiku.. orang yg membuat hidupku tersa indah.. indah dengan cintamu itu.. cinta yg masih ku rasakan padamu saat ini sesungguhnya hati ini tak rela kau pergi.. pergi meninggalkan kisah kita.. pergi dan menyisakan kenangan.. kenangan yg tak mungkin ku lupa.. mantan.. di sana telah ada yg memilikimu.. memiliki cinta yg pernah kau beri untukku.. memiliki sesuatu yg indah seperti yg kau beri dulu.. mantan.. mungkin saat ini kita telah berpisah.. berpisah untuk menghentikan kisah kita.. kisah yg tak bisa kulupakan.. mantan.. terima kasih atas semuanya.. cinta, sayang, dan kasihmu yg dulu kau beri.. sampai kapanpun dirimu takkan ku lupa.. mantan.. you always in my heart.. now, tomorrow, and forever..

Tentang Kamu

Gambar
tulisan ini kembali terhenti ketika senyumu membelenggu ujung penaku puisi-puisi itu akhirnya membisu dan hanya menyisakan barisan kata tanpa makna ah sial…! bisakah sebentar saja kau pergi dari lembar-lembar buku sialan itu? biarkan aku menyelesaikan kegundahan itu dalam rindu aku bukan tidak ingin mengungkapkannya. hanya saja… dihadapanmu, aku tiba-tiba menjadi pengecut yang paling tolol tapi bagian paling buruk dari semua itu adalah ketika aku terpaksa berpura-pura bodoh hanya untuk melihatmu tertawa celakanya, semua kekonyolan itu malah membuatku tengelam dalam kegilaan.